Showing posts with label #Santai. Show all posts
Showing posts with label #Santai. Show all posts

Tuesday, July 10, 2018

Fenomena Netizen WKWK Land


“Muka jelek aja sok sokan narsis”
“Muka lo kaya tai anjayyyy....”
“duhh mukanya mulus amat pake soptek apaan kok mulus banget, udh ganteng sempurna beda dikit ama aspal jalan raya”

            Di awal-awal 2018 kayanya banyak bermunculan netizen yang maha mengelitik bagi aku, bahkan lebih menghibur dari pada konten yang dilihat. Yap! Kolom komentar lebih menghibur dibanding konten itu sendiri. (menurut aku)

            Yang nggak aku ngerti adalah, kenapa orang-orang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat-kalimat yang seharusnya ada batasan, ada penyaringan. Yang malah nggak make sense, dia orang belum tahu pokok permasalahannya, tapi sudah berani menghujat.

Wednesday, September 21, 2016

Lost In Jakarta Part 2 (Monas)


Sebelum kalian mempaca part 2 ini, ada baiknya untuk membaca part 1, agar lebih paham terhadap cerita. Lebih afdol. Mendadak Backpacker: Lost In Jakarta Part 1

..............................................................................................................................


Menyebrang, terbawa, terhempas oleh air laut, sepanjang perjalanan di atas kapal tongkang, gue hanya menatap langit, perlahan menghitam, mendung. Perjalanan di atas kapal sekitar 4 jam dan selama 4 jam itu gue tidur di ruangan khusus supir, karena di luar gerimis. Dingin, membeku.

Kapal akhirnya sampai di pelabuhan merak, pelabuhan ini juga khusus untuk mobil bermuatan, di sekitar pelabuhan tersaji pemandangan container-container. Kita stop di sini untuk bermalam. Bermesraan dengan kopi di malam seperti ini sangat enak, lu nggak akan pernah bisa nikmatin rasa kopi yang benar-benar membuat semangat seketika keluar.

Thursday, September 15, 2016

MENDADAK BACKPACKER : Lost in Jakarta Part I (Menara Siger)



Kenyataan bahwa ini liburan yang memaksakan, sudah tersebar luas, karena backpacker amatir akan nekat pada waktunya. Faktanya perjalanan ini bertujuan untuk bertemu rekan bisnis di Jakarta, tepatnya di daerah Poris Indah, Tanggerang.  Tapi, semuanya berubah semenjak Mukidi menyerang. Kami (Gue dan Rian) memaksa liburan meski uang pas-pasan. Sambil menyelam, minum susu.  Kami dari Jambi akan menemui anda di Jakarta.

Mata gue masih penuh dengan belek, rambut gue acak-acakan, mirip Andika Kangen Band, gue dipaksa untuk bangun, bersiap menuju jakarta. Ini masih jam 06:00 pagi dan gue dipaksa buat mandi pagi, oh no, shit. Mau nggak mau gue terpaksa mandi, yang berujung sehabis mandi, gue malah keliatan kayak kucing kecebur air. Mengigil culun.

Setelah selesai pakai baju, lanjut cek tas dan segala barang bawaan,  semuanya lengkap. Baju, handuk, sabun, sikat gigi, garam, micin, bawang merah, cabe. Salah coeg, itu bumbu punya emak. Sarapan jangan lupa, demi kestabilan badan.

“Tahunya 6, ayamnya 4, bungkus nasinya 2.” Cukup nggak segitu buat makan dijalan ? Emak rian nanya ke kita bedua.

“Itu buat apaan mak?” Gue bingung

“Ya buat makan dijalan, bontot.”

“Ini ada kripik juga, lasegarnya ada 6, air minum sebotol penuh.” Emak rian terus menimpali.

Tuesday, September 6, 2016

Kampret Moment



Pagi itu gue bersemangat kuliah. Sebelum berangkat, gue sempatkan untuk sarapan, nggak biasa-biasanya gue sarapan di pagi seperti ini. 

       Gue berangkat setengah 7 dari rumah, nganterin adik ke sekolahnya, lalu bergegas menuju kampus, selama perjalanan gue menikmati dan tak ada hal aneh yang terjadi.

35 menit kemudian, gue sudah berada di parkiran kampus, bareng anak-anak yang lain. Disitu seketika perut gue terasa mules, tapi nggak terlalu gue peduliin, karna belum perut gue belum memberontak untuk segera bertemu toilet, gue mencoba biasa aja.

Lama kelamaan mules menjadi lebih terasa, namun, tetap saja gue bersikap seolah tidak ada apa-apa, hingga kelas di mulai dan semua anak-anak pada masuk, termasuk gue.

 Dosen yang satu ini, termasuk dosen yang disiplin dalam mengajar, punya aturan-aturan yang harus dipatuhi.

Monday, August 29, 2016

Gagal Modus




                  Sudah beberapa bulan ini mendadak nggak nulis blog, karena gue masih fokus untuk nyicil nulis naskah (ini bukan alasan karna malas nulis buat isi blog). Gue merasa tertinggal jauh sama temen-temen yang masih aktif nge-blog dan nulis, jadi gue kumpulin ide lagi, nulis lagi untuk blog. Btw, ada yang kangen sama gue nggak ? (dasar jomblo), paling nggak kangen sama cerita gue deh. Cerita yang akan kalian baca ini, sebenernya udah gue tulis sebelum bulan puasa kemarin, tapi baru bisa di bagi sekarang. Nanti bakalan gue tulis kenapa beberapa bulan kemaren nggak nge-blog, bakal ada cerita seru, cerita survive gue dijalanan. Makan dijalan, tidur dijalan, boker dijalan, eh ntar ketabrak.

 Basa basi gue udah cukup basi, jadi langsung aja.

Tuesday, March 29, 2016

Sekarat Admirer

         Senyumnya, mengisyaratkan untuk terus hidup dan bernafas, hirup nafas, hirup, hirup, kehirup aroma kentut. Matanya bulat,rambutnya pirang terurai panjang, elok dipandang. Sebut saja namanya Maya, bukan Maya Estianti ataupun Luna Maya. Maya yang satu ini adalah cewek yang udah gue gebet selama 2 tahun, Zaman SMA dulu.

“Masih ngeliatin dia aja ?” Tanya Doni, teman sebangku gue di SMA
“Biasa, menjalankan ritual harian.” Jawab gue.

Gue biasanya melakukan ritual-ritual ajaib nan rahasia, salah satunya memandang kecantikan Maya dari kejauhan. Dengan sangat pengecutnya, gue ngeliatin wajah Maya cuma dari jauh, senyum senyum nggak jelas, bahagia banget, kalo tiba tiba dia nyadar ada yang ngeliatin, pura-pura ngupil, pura-pura mati, pura-pura mati sambil ngupil.

Saturday, March 28, 2015

Salam Sapa Blogger Personal

Blog, pertama kali kenal, dari Bapak, beliau yang memperkenalkan gue, ke dunia blog. Bapak juga yang mengajarkan semua hal tentang hidup, cara bertahan di kehidupan yang sulit, dan bangkit dari keterpurukan. Gue masih ingat, blog pertama yg di bikin bapak untuk anaknya ini, tapi sayang, semua ilmunya tentang dunia blog, belum bisa sepenuhnya gue ambil, karna beliau, udah keburu nggak ada.
Dia pernah berkata

"Dari blog, kita bisa menghasilkan uang, hanya perlu kreatif, dua jam per-hari aja di depan laptop, tapi kerjanya jangan cuma pake otak, tapi juga harus pakai hati."

Pakai hati, kata ini yang sebenarnya lebih menancap dalam, dibandingan uang yang dihasilkan. Personal blog, awalnya suka nulis, dan pengen tulisan yang gue buat di komentari orang, mau itu sepedas apapun, rasanya puas, puas banget, malah senyum, ada yang perduli atas apa yang aku kerjakan, pakai hati.
Kalo sebuah cerita tentang pengalaman hidup bisa di bagikan, kenapa nggak, punya pemikiran tentang sesuatu dan itu benar adanya, ya enaknya dibagikan.

Agar semua orang tau, bahwa kita itu ada, bahwa kita nggak cuma sekedar ikut-ikutan, menjadi personal di blog lebih enak, semua bisa di curahkan, semua bisa diceritain, mau itu masalah seberat apapun, pasti ada jalan keluarnya, kalo kita mau bercerita, bukan diam saja. Maka dari itu gue lebih milih blogger personal, karna itu pakai hati.

Alansan gabung blogger energy, mungkin komunitas ini, bisa jadi tempat gue bernaung, rumah bagi blog gue, agar gue lebih mengerti, caranya nulis pakai hati, bukan yang sekedar-sekedar iseng, ikut-ikutan tren.Agar gue punya arah dan tujuan dalam menulis, gak hanya berlalu di draft.

Mungkin juga komunitas ini, bisa jadi jembatan bagi gue, agar lebih mengerti cara membuat tulisan yang baik dan benar, serta yang bagus dan menarik. Supaya suatu saat, kalo emang pasion dan jalanya disini, gue bisa jadi penulis. Ya penulis, tapi yang selalu pakai hati, rajin menabung, dan tidak sombong.
Photobucket

Sunday, March 15, 2015

Kita Hanya Sedikit Berbeda

Katak dan kodok, sekilas yang terlintas difikiran, mereka terlihat sama, bentuk menyerupai, kebiasaan yang hampir sama. Tapi mereka memiliki perbedaan, sama seperti kita.

Kita nggak lagi sama, kita sudah berbeda. Beda tujuan, beda pemikiran, beda tanggapan, tapi kita bisa ber-iringan.
Terkadang kita berfikir untuk kembali bersatu, menghilangkan semua ego, serta sifat kekanakan. Ketika semakin ingin di persatukan, ketika itu lah kita semakin berjauhan. Tidak bisa menyalahkan, siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita bagaikan ikan yang berada di aquarium, terpisah sekat kaca, kita bisa ber-iringan, kita bisa bersama, tapi kita tidak bisa menyatu dan menyentuh.
Mungkin karena kita sama-sama keras kepala, mementingkan pendirian masing-masing, tapi pendirian itu penting, tentang apa yang kita percaya, dari sebuah pembelajaran di masa lalu.
Kita pernah bersatu dan menyentuh, melakukan semuanya dengan kekompakan, Tetapi dalam sebuah persahabatan, tak akan lengkap tanpa kata permasalahan.
Kita bisa melalui segala permasalahan kala itu, sedih, susah, senang apapun itu kita lalui.
Tapi sekarang kita sudah berubah, mungkin menjadi lebih baik atau pun lebih buruk. Apapun itu masalahnya, pasti ada solusinya.
Bisakah kita kembali bersama ?
Mungkin kebersamaan kita yang lalu, dengan kebersamaan sekarang udah berbeda, seperti seng besi yang penyok dan berkarat, sudah di perbaiki dan di rapikan sehingga menyerupai bentuk asli, seperti sedia kala.
Tapi ini hanya menyerupai, semua tak lagi sama seperti sedia kala sahabat.

Saturday, March 7, 2015

Sendiri

Sendiri, sebuah kata yang terdiri dari satu suku kata, ya kata yang bermakna tiada yang menemani, atau bisa dibilang tiada yang mengisi.  tapi kesendirian bukan hanya sebatas berada sendiri disuatu tempat.
Kesendirian bahkan terasa dikala ramai, bukan , bukan karna tempat nya yang sepi, tapi hatinya lah yang kosong.
Kekosongan yang membuat semua terasa sepi,  ngak tau harus ngapain, dan ngak tau mau ngapain.
Rasanya kesendirian ngak mudah buat dihilangkan, ada satu fase dimana kita bakal merasakan kesendirian bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Dan berbagai cara pun dilakukan untuk menghilangkanya, mulai dari berbelanja, makan, game dan lain sebagainya. Tapi tetep aja,
kesendirian itu ngak hilang dengan mudahnya. Kesendirian terus menemani dalam kesepian, dalam kekosongan, kehampaan hati.
Sendiri ya emang SENDIRI.

Saturday, January 31, 2015

Rahasia Dibalik Permainan Petak Umpet



Kalo ngeliat foto ini jadi inget masa kecil dulu, kemana mana bareng, ngomongi hal hal yang belum tentu bener, tapi bersikeras untuk bener ngak mau ngalah dikit pun. Emang dasarnya masa kecil pada keras kepala apa yang di ketahui itulah yang akan di omongi terus walau ternyata itu salah. Dulu itu inget banget kalo lagi mandi

Tuesday, January 27, 2015

Bicara Tentang Kenangan

Kadang aku berfikir ingin kembali ke masa dimana hanya mempunyai segelintir teman, ya masa SD (Sekolah Dasar) , merasa udah cukup bahagia, masa dimana tiada kebohongan dalam berteman, jadi teringat masa dimana kekonyolan dan kebodohan terjadi bukan karna direkayasa. 



Friday, August 15, 2014

Ucapan Selamat Ulang Tahun


Menurut sebagian orang ulang tahun adalah hal biasa, menurut sebagian orang lagi ulang tahun adalah hal spesial dalam hidupnya, kadang walau hal kecil seperti mengucapkan selamat ulang tahun itu udah sangat berarti.