Showing posts with label #Resah. Show all posts
Showing posts with label #Resah. Show all posts

Tuesday, July 10, 2018

Fenomena Netizen WKWK Land


“Muka jelek aja sok sokan narsis”
“Muka lo kaya tai anjayyyy....”
“duhh mukanya mulus amat pake soptek apaan kok mulus banget, udh ganteng sempurna beda dikit ama aspal jalan raya”

            Di awal-awal 2018 kayanya banyak bermunculan netizen yang maha mengelitik bagi aku, bahkan lebih menghibur dari pada konten yang dilihat. Yap! Kolom komentar lebih menghibur dibanding konten itu sendiri. (menurut aku)

            Yang nggak aku ngerti adalah, kenapa orang-orang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat-kalimat yang seharusnya ada batasan, ada penyaringan. Yang malah nggak make sense, dia orang belum tahu pokok permasalahannya, tapi sudah berani menghujat.

Monday, August 29, 2016

Gagal Modus




                  Sudah beberapa bulan ini mendadak nggak nulis blog, karena gue masih fokus untuk nyicil nulis naskah (ini bukan alasan karna malas nulis buat isi blog). Gue merasa tertinggal jauh sama temen-temen yang masih aktif nge-blog dan nulis, jadi gue kumpulin ide lagi, nulis lagi untuk blog. Btw, ada yang kangen sama gue nggak ? (dasar jomblo), paling nggak kangen sama cerita gue deh. Cerita yang akan kalian baca ini, sebenernya udah gue tulis sebelum bulan puasa kemarin, tapi baru bisa di bagi sekarang. Nanti bakalan gue tulis kenapa beberapa bulan kemaren nggak nge-blog, bakal ada cerita seru, cerita survive gue dijalanan. Makan dijalan, tidur dijalan, boker dijalan, eh ntar ketabrak.

 Basa basi gue udah cukup basi, jadi langsung aja.

Tuesday, May 10, 2016

Mau Jadi Apa Kalo Sudah Besar ?

      

Semua orang pasti punya cita-cita yang ingin dia raih, semua orang pasti punya keinginan yang akan dia capai, termasuk gue. Masih ingat pertanyaan ini, “Mau jadi apa kalo sudah besar?”, pertanyaan ini menusuk dalam, di otak gue. Gue pernah bercita-cita jadi superman,tapi nggak kesampaian, katanya superman harus punya bulu dada, sedangkan gue cuma punya bulu ketek. Wajah gue juga kurang tampan nan rupawan.

Tuesday, March 29, 2016

Sekarat Admirer

         Senyumnya, mengisyaratkan untuk terus hidup dan bernafas, hirup nafas, hirup, hirup, kehirup aroma kentut. Matanya bulat,rambutnya pirang terurai panjang, elok dipandang. Sebut saja namanya Maya, bukan Maya Estianti ataupun Luna Maya. Maya yang satu ini adalah cewek yang udah gue gebet selama 2 tahun, Zaman SMA dulu.

“Masih ngeliatin dia aja ?” Tanya Doni, teman sebangku gue di SMA
“Biasa, menjalankan ritual harian.” Jawab gue.

Gue biasanya melakukan ritual-ritual ajaib nan rahasia, salah satunya memandang kecantikan Maya dari kejauhan. Dengan sangat pengecutnya, gue ngeliatin wajah Maya cuma dari jauh, senyum senyum nggak jelas, bahagia banget, kalo tiba tiba dia nyadar ada yang ngeliatin, pura-pura ngupil, pura-pura mati, pura-pura mati sambil ngupil.

Saturday, April 4, 2015

Antara Orangtua Dan Masa Depan

Sebelumnya gue pernah bimbang menentukan, harus gimana dan mau ngapain, terkadang nyokap gue juga jadi kaya abg labil yang baru naik ke tingkat alay *pis. Sering banget gue dibuat untuk ngikutin semua ke mauanya, walau nggak semua kemaunya bisa gue turuti, terakhir beliau nyuruh gue, buat kuliah di fakultas ini dan itu, yang ternyata ngak sesuai dengan skill yg ada.
Tapi akhirnya gue memutuskan buat ngak kuliah tahun ini, alasan nya ya emang mau refresh otak aja, sudah terlalu banyak oli dan mesin yg kebakar akibat kontaminasi ilmu ilmu pembelajaran. Tapi dengan gue ngak kuliah, bukan jadi bisa bebas menenangkan otak, dari segala tulisan di buku, yg hanya beberapa ilmu nyantel di otak, gue pernah disuruh buat ikut om, di semarang,pernah juga disuruh ke vietnam buat kerja disana, ini yg buat gue jadi lebih takut, kalo beneran gue jadi TKI dan disiksa disana, terus diso**** (sensor), mati gue .

Sunday, March 15, 2015

Kita Hanya Sedikit Berbeda

Katak dan kodok, sekilas yang terlintas difikiran, mereka terlihat sama, bentuk menyerupai, kebiasaan yang hampir sama. Tapi mereka memiliki perbedaan, sama seperti kita.

Kita nggak lagi sama, kita sudah berbeda. Beda tujuan, beda pemikiran, beda tanggapan, tapi kita bisa ber-iringan.
Terkadang kita berfikir untuk kembali bersatu, menghilangkan semua ego, serta sifat kekanakan. Ketika semakin ingin di persatukan, ketika itu lah kita semakin berjauhan. Tidak bisa menyalahkan, siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita bagaikan ikan yang berada di aquarium, terpisah sekat kaca, kita bisa ber-iringan, kita bisa bersama, tapi kita tidak bisa menyatu dan menyentuh.
Mungkin karena kita sama-sama keras kepala, mementingkan pendirian masing-masing, tapi pendirian itu penting, tentang apa yang kita percaya, dari sebuah pembelajaran di masa lalu.
Kita pernah bersatu dan menyentuh, melakukan semuanya dengan kekompakan, Tetapi dalam sebuah persahabatan, tak akan lengkap tanpa kata permasalahan.
Kita bisa melalui segala permasalahan kala itu, sedih, susah, senang apapun itu kita lalui.
Tapi sekarang kita sudah berubah, mungkin menjadi lebih baik atau pun lebih buruk. Apapun itu masalahnya, pasti ada solusinya.
Bisakah kita kembali bersama ?
Mungkin kebersamaan kita yang lalu, dengan kebersamaan sekarang udah berbeda, seperti seng besi yang penyok dan berkarat, sudah di perbaiki dan di rapikan sehingga menyerupai bentuk asli, seperti sedia kala.
Tapi ini hanya menyerupai, semua tak lagi sama seperti sedia kala sahabat.

Saturday, March 7, 2015

Buah Jatuh Gak Jauh Dari Orangtua nya

"Duuuaarrrr" , bunyi yang terdengar malam itu, saat gue mencoba untuk tidur, bukan, ini bukan suara ISIS yang menyerah rumah gue. Dengan terus mencoba untuk tidur, suara itu terdengar lagi.
Tapi suara ini sedikit berbeda, seperti suara kaca yang pecah terbanting, ditambah lagi suara suara orang marah, dan akhirnya gue terbangun akibat suara itu.
Karena hal ini membuat gue sangat penasaran, dengan pelan gue melangkahkan kaki dalam gelapnya kamar, dan berusaha menyingkirkan belek berdiameter 4cm dari mata, sembari melangkah terus menuju ruang tamu. Dengan cepat gue ngeliat ke luar rumah, dari jendela. Ternyata itu temen gue, sebut saja Tono, yang lagi berantem sama Bapak nya.
".........Aku pergi dari rumah "
suara yang ku dengar dibalik kaca jendela, akhir akhir ini hubungan antara Tono dan Bapaknya ngak baik.
Yang gue denger si-Tono ternyata salah pergaulan dia jadi follower nya drugs.
Tapi bukan sebatas itu aja, menurut isu yang berkembang di komplek , bapak nya tono juga begitu.
Udah ini aib orang, yang mau gue bahas itu tentang, Buah yang jatuh terus kesakitan, eh salah.
Seorang anak secara sadar atau tidak akan mengikuti jejak perjalanan orang tuanya, mau bagaimana pun caranya orangtua menutupi keburukan, pada akhirnya tuhan akan menurunkan kelakuan itu pada anaknya sebagai reinkarnasi, agar orangtua merasakan bagaimana menghilangkan kelakuan jelek dirinya, yang tertanam di anaknya.
Gak mudah buat jadi orang tua yang mendidik anaknya agar menjadi baik dan baik. Gue jadi berfikir, gimana nanti kalo gue punya anak?
Akankah kelakuan buruk yang udah berlalu turun ke anak ku?
Tapi gak semua orang tua yang berkelakuan buruk, akan punya anak yang memiliki kelakuan buruk juga.
Intinya semua harus dilakukan dari diri sendiri terlebih dahulu, mengoreksi kesalahan dan keburukan di masa lampau , memperbaikinya agar lebih tersusun rapi dan baik. Agar suatu hati nanti, saat kita menjadi orang tua, kita ngak hanya bisa memarahi akibat kelakuan buruknya, tapi sadar diri sudahkah kita memperbaiki diri menjadi lebih baik?
Sebelum menyalahkan marilah mengoreksi diri sendiri, sudahkah kita menjadi lebih baik dari sebelumnya?

Sendiri

Sendiri, sebuah kata yang terdiri dari satu suku kata, ya kata yang bermakna tiada yang menemani, atau bisa dibilang tiada yang mengisi.  tapi kesendirian bukan hanya sebatas berada sendiri disuatu tempat.
Kesendirian bahkan terasa dikala ramai, bukan , bukan karna tempat nya yang sepi, tapi hatinya lah yang kosong.
Kekosongan yang membuat semua terasa sepi,  ngak tau harus ngapain, dan ngak tau mau ngapain.
Rasanya kesendirian ngak mudah buat dihilangkan, ada satu fase dimana kita bakal merasakan kesendirian bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Dan berbagai cara pun dilakukan untuk menghilangkanya, mulai dari berbelanja, makan, game dan lain sebagainya. Tapi tetep aja,
kesendirian itu ngak hilang dengan mudahnya. Kesendirian terus menemani dalam kesepian, dalam kekosongan, kehampaan hati.
Sendiri ya emang SENDIRI.

Tuesday, January 27, 2015

Bicara Tentang Kenangan

Kadang aku berfikir ingin kembali ke masa dimana hanya mempunyai segelintir teman, ya masa SD (Sekolah Dasar) , merasa udah cukup bahagia, masa dimana tiada kebohongan dalam berteman, jadi teringat masa dimana kekonyolan dan kebodohan terjadi bukan karna direkayasa. 



Friday, August 15, 2014

Ucapan Selamat Ulang Tahun


Menurut sebagian orang ulang tahun adalah hal biasa, menurut sebagian orang lagi ulang tahun adalah hal spesial dalam hidupnya, kadang walau hal kecil seperti mengucapkan selamat ulang tahun itu udah sangat berarti.



Sunday, August 10, 2014

Solusi Dibalik Pacar Yang Over Protektif










Hal yang emang paling gak enak yaitu dilarang-larang, emang sih gak semua hal baik bisa dilakukan dengan mudah. Emang gak banyak yang bisa di perbuat kalo pacar udah mulai mengkekang atau ngelarang – larang . Mau kesini gak boleh , mau kesana gak boleh, mau makan ini juga ngak boleh, semua serba diatur .